Banyak gereja sudah melupakan atau meninggalkan Pengakuan Iman Rasuli, karena menganggap dokumen ini sudah kuno dan tidak relevan lagi dengan zaman sekarang. Apakah kita di gereja-gereja tradisional yang masih setia mengucapkan Pengakuan Iman ini melakukannya hanya sebagal rutinitas belaka, sebagal pelengkap tata cara ibadah? Kita menyerukan butir-butir di dalamnya tanpa tahu maknanya, terlonta…