Kebenaran dulu selalu didasarkan pada rasio. Sekarang tidak lagi. Apa yang kita rasakan dianggap sebagai sumber terbenar dari realitas. Meskipun kita terobsesi dengan hal-hal emotif dan eksperiensial, kita masih menghadapi masalah eksistensial yang selalu hadir - kecemasan, keputusasaan, dan ketiadaan tujuan. Bagaimana kita bisa sampai seperti ini? Dan di mana bisa menemukan jalan keluarnya?…