Sejak pertama diterbitkan, "Allah yang ada di sana" telah menjadi buku penting yang mengubah cara gereja memandang dunia. Dari buku ini kita belajar dari mana timbulnya benturan ide-ide mengenai Allah, sains, sejarah, dan seni dan ke mana benturan ini akan menuju. "Allah yang ada di sana" menunjukkan bagaimana Kekristenan historis bisa dengan teguh mengonfrontasi berbagai filsafat dunia kare…
Kebenaran dulu selalu didasarkan pada rasio. Sekarang tidak lagi. Apa yang kita rasakan dianggap sebagai sumber terbenar dari realitas. Meskipun kita terobsesi dengan hal-hal emotif dan eksperiensial, kita masih menghadapi masalah eksistensial yang selalu hadir - kecemasan, keputusasaan, dan ketiadaan tujuan. Bagaimana kita bisa sampai seperti ini? Dan di mana bisa menemukan jalan keluarnya?…
Di dalam la Ada di Sana dan la Tidak Diam, Francis Schaeffer membahas sejumlah pertanyaan yang paling membingungkan bagi orang percaya maupun orang yang tidak percaya. Apakah Allah eksis? Apakah masuk akal untuk percaya kepada Allah? Bisakah kita mengenal Allah? Selama hidupnya Schaeffer menyambut kunjungan orang-orang dari berbagai latar belakang yang memiliki pertanyaan dan keraguan …